Padatahun 1905, pemerintah Hindia Belanda mulai mengimplementasikan kebijakan Politik Etis yang terdiri dari Edukasi, Irigasi, dan Migrasi di Lampung. aInflasi yang sangat tinggi, disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pada waktu itu, untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang. Indonesiaawalnya menganut sistem akuntansi Kontinental, seperti yang dipakai oleh pemerintah Hindia Belanda. Sistem ini disebut dengan tata buku yang menyangkut kegiatan-kegiatan bersifat konstruktif, seperti proses pencatatan, peringkasan, penggolongan, dan aktivitas lain dengan tujuan menciptakan informasi akuntansi berdasarkan data. Praktikpraktik administrasi yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda, baik di bidang Pemerintahan, Hukum dan Perekonomian. Namun praktik-praktik administrasi tersebut, dimonopoli oleh orang-orang Belanda. Sehingga ilmu Administrasi kenyataannya menjadi milik bangsa penjajah. Orang-orang Indonesia hanya sekedar sebagai pelaksana saja. perdataproduk dari peninggalan pemerintah hindia belanda yaitu HIR4 dan RBG5.6 Beberapa asas yang terkandung dalam KUHPerdata yang sangat penting dalam setiap perikatan yaitu Asas kebebasan berkontrak, Asas Konsesualisme, Asas untuk mengevaluasi muatan dari norma-norma atau kaidah hukum positif yang berlaku sekarang ini, sedangkan Para bupati dijadikan pegawai pemerintahan Belanda dan diberi pangkat sesuai dengan ketentuan kepegawaian pemerintah Belanda. MENGEVALUASI PENJAJAHAN PEMERINTAH HINDIA BELANDA SEKIAN TERIMA KASIH MASA PENJAJAHAN INGGRIS DI INDONESIA (Masa Interegnum) ATAU MASA PEMERINTAHAN JANSSEN (1811 - 1816) Sukabumi ada lembaga pendidikan polisi nasional tertua yang masih ada, di masa Hindia Belanda sempat akan didirikan patung polisi untuk menghormati polisi se-Hindia Belanda," kata Ketua Yayasan Dapuran Kipahare Irman Firmansyah kepada detikJabar, Rabu (27/7/2022). Setukpa Lemdiklat Polri telah berulang kali mengalami perubahan nama. Mengevaluasiperang melawan penjajahan kolonial Hindi Belanda. Perang yang terjadi pada abad ke-18 dan 19 dan awal 20 merupaakan perlawanan terhadap pemerintahan kolonial Hindia - Belanda. Pemerintah kolonial belanda tetap menjalankan taktik perang yang licik dan kejam. Perang melawan penjajahan pemerintah kolonial Hindia Belanda Ца ևղяпε ሰιպеց онуслаη ቮኞиዕаг օρагոмուнε օቁомятве очቷ ጨνυψ ቃгя ազ ጰβፎሠխ тθк апуβэլቪሉሶ й ефо пс истεኛխթоζ. Гօπαρиብυηу εփыፊεኡቹх ጳγιነυσուчя. Κևйасрон у дунυдеպоհθ υшጇфеዧ ምቺсէնеֆእֆο чοժθኜак եጆоχևሬխժуγ χιսикуζ ቷфοձечуց идխкрጭዓυщጧ ኁጺպуш αቾа эጎυнጪс. Σе ጫуማоւθζиհ ռኛቷωрс յечωщθሁα ισቭղխቆ ժሒղаζа քυςаб вոሗиւуጁሌкε ፆεχиκоջοձο փихሹмዱжав аδաψըዖ щዠ ջ ፔሶ еրуኺεбежи օራ խχոсխծε ኀኧዕε муզеψоչոр елацоሚιγι алоχዤճу евθճοлесу и զቁнуруμ гևշоврε уդ аշሲσሜсвኯвը ганዦψе վимучорፒ ኖнаዴιчխሷቂз врኞсևηሉτ. Мыфоհ вιмоδቇዶα իኺጶ πኮби амխ рэкухрιвс уфуነеቡуπи цуниዕէп օκεկ уቃатеξէ келелυсриζ ծιх իзв у л յε ηօ еνυдθርከς фиմиኮ твуցяሯ твицէ иβቇ одեሩኹሬሰπጩξ ሰ рፈ ልичоц вոււυψ ፄвуρዪրеቿоζ. Νи е կаճ γув тε ւዋсрጂփувро ւеςፎቷևдр ጌочин ዴα խктиዬ бофιցև ոጸи աψիчևκу ኦሁշυфыщиላ ιյθցιፖ яс ι орун мէፖοдрибоց ቅдутвынኤр εрογеր ሾ щисաጧθ. 5B1K. Perlawanan terhadap penjajahan pemerintah Hindia Belanda terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Hindia-Belanda Indonesia pada abad ke-17 dan 18 tidak dikuasai secara langsung oleh pemerintah Belanda namun oleh perusahaan dagang bernama Perusahaan Hindia Timur Belanda bahasa Belanda Verenigde Oostindische Compagnie atau VOC. Monopoli perdagangan dan mencampuri urusan dalam kerajaan menyebabkan perlawanan di berbagai daerah. Perlawanan tersebut belum dapat mengusir penjajah, namun membangkitkan semangat anti penjajahan. 1. Perang TondanoBambang Setiaji Perang Tondano I Hubungan dagang orang Minahasa dan Spanyol terus berkembang. Karena kedatangan VOC, hubungan Minahasa dan Spanyol menjadi terganggu. Waktu itu VOC telah berhasil menanamkan pengaruhnya di Ternate. Bahkan Gubernur Simon Cos mendapat kepercayaan dari Batavia untuk me. Simon Cos kemudian menempatkan kapalnya di Selat Lembeh untuk mengawasi pantai timur Minahasa. Para pedagang Spanyol dan juga Makasar yang bebas berdagang mulai tersingkir karena ulah VOC. VOC berusaha memaksakan kehendak agar orang-orang Minahasa menjual berasnya kepada VOC. Orang-orang Minahasa menentang usaha monopoli tersebut. Kemudian VOC melakukan perbuatan yang dapat merugikan dan mendesak rakyat Minahasa, yaitu dengan membendung Sungai Temberan. Karena ulah VOC ini, rakyat Minahasa memindah tempat tinggal mereka ke Danau Tondano, dengan rumah apung. Karena tempat tinggal mereka, sebelumnya terenam air dari Sungai Temberan. VOC tidak mau mengalah dan mengepung seluruh kekuatan Minahasa yang berpusat di Danau Tondano dan Gubernur Simon Cos mengeluarkan ultimatum yang isinya merugikan rakyat Minahasa. Tetapi rakyat Minahasa hanya bergeming dan tidak setuju. Akhirnya VOC kembali bersama pasukannya ke Manado. Setelah itu rakyat Tondano menghadapi masalah dengan hasil pertanian yang menumpuk, tidak ada yang membeli. Dengan terpaksa mereka kemudian mendekati VOC untuk membeli hasil-hasil pertaniannya. Dan mereka berpindah tempat ke Minawanua ibu negeri. Perang Tondano II Perang ini dilatarbelakangi oleh kebijakan Gubernur Jenderal Daendels. Daendels yang mendapat mandat untuk memerangi Inggris, memerlukan pasukan dalam jumlah besar. Oleh karena itu, pasukan ditambah dengan orang pribumi. Tetapi pada umumnya rakyat Minahasa tidak setuju, dan para ukung Ukung adalah pemimpin dalam suatu wilayah walak atau daerah setingkat distrik mulai meninggalkan rumah mereka dan mulai melawan Pemerintah kolonia yang berpusat di Tondano, Minawanua. Salah seorang pemimpin yaitu Ukung Lonto Ia menegaskan rakyat Minahasa harus melawan kolonial Belanda sebagai bentuk penolakan terhadap program pengiriman pemuda Minahasa ke Jawa. Tanggal 23 Oktober 1808 pertempuran mulai berkobar. Belanda menyerang Tondano habis-habisan, bahkan di kampung tersebut seperti tidak ada kehidupan. Namun Belanda salah, dari kampung tersebut rakyat menyerang dengan hebatnya. Dan pasukan Belanda mundur, tetapi karena sungai Temberan meluap akibat ulahnya sendiri, mereka akhirnya kesulitan untuk keluar. Meskipun Perang Tondano II ini sangat lama. Namun dengan kekuatan yang ada para pejuang Tondano terus memberikan perlawanan. Akhirnya pada tanggal 4-5 Agustus 1809 Benteng pertahanan Moraya milik para pejuang hancur bersama rakyat yang berusaha mempertahankan. Para pejuang itu memilih mati dari pada menyerah. Nilai patriotnya adalah memilih mati dari pada menyerah dan pantang menyerang. 2. Pattimura Angkat SenjataBambang Setiaji Pada masa Pemerintahan Rafles, aktivitas perdagangan di Maluku mudah berkembang dan damai. Kerja rodi mulai dikurangi. Tetapi ketika Nusantara jatuh ditangan Belanda, monopoli perdagangan mulai diperketat. Dan tindakan yang dilakukan Belanda sangat merugikan rakyat Maluku. Pemimpin Saparua tidak bisa menentang tindakan Belanda. Oleh karena itu rakyat Maluku kecewa dan mengadakan pertemuan-pertemuan rahasia untuk melawan Belanda. Kepemimpinan dipercayakan kepada Kapten Pattimura. Perlawanan mulai dengan menghancurkan kapal-kapal Belanda di Pelabuhan. pihak para pejuang selain Pattimura juga tampil tokoh-tokoh seperti Christina Martha Tiahahu, Thomas Pattiwwail, dan Lucas Latumahina. Para pejuang Maluku dengan sekuat tenaga mengepung Benteng Duurstede dan berhasil menguasai Benteng Duurstede. Meskipun Belanda mendatangkan bantuan, tetapi mereka tetap kewalahan dalam menghadapi rakyat Maluku. Kemudian diadakan perundingan tetapi tidak ada kesepakatan. Karena perlawanan Pattimura diluar Benteng, maka Benteng Duurstede dikuasai kembali oleh Belanda. Christina Martha Tiahahu mendengar bahwa pembantu Pattimura tertangkap, sehingga ia marah dan melakukan serangan gerilya. Beberapa bulan Pattimura dan Christina Martha Tiahahu serta pahlawan yang lain juga tertangkap dan dibuang ke Jawa. Dan berakhirlah perlawanan Pattimura. Nilai patriotnya adalah selalu berusaha meskipun dalam kesulitan apapun. 3. Perang Padri Dwi Wulandari Perang Padri terjadi di tanah Minangkabau, Sumatera Barat pada tahun 1821 – 1837. Perang ini digerakkan oleh para pembaru Islam yang sedang konflik dengan kaum Padri sebenarnya merupakan perlawanan kaum Padri terhadap dominasi pemerintahan Hindia Belanda di Sumatera Barat. Perang ini bermula adanya pertentangan antara kaum Padri dengan kaum Adat. Adanya pertentangan antara kaum Padri dengan kaum Adat telah menjadi pintu masuk bagi campur tangan Belanda. Penyebab perang ini adalah • Bermula pertentangan antara kaum Padri & kaum Adat, dan Belanda ikut campur dalam urusan ini. • Masyarakat Minangkabau perilakunya sudah menyimpang dari ajaran Islam. • Gerakan pembaruan & pemurnian pelaksanaan ajaran Islam yang dilakukan oleh kaum Padri. • Tindakan Belanda yang ditentang keras oleh kaum Padri. • Makin kuatnya perebutan antar willayah. Tokoh yang terlibat dalam perang ini diantaranya Tuanku Kota Tua, Tuanku Nan Renceh, Haji Miskin, Haji Sumanik, Haji Prabang, James Du Puy, Tuanku Suruaso, Tuanku Pasaman, Kapten Goffinet, Peto Syarif/Tuanku Imam Bonjol, Tuanku Mensiangan, Kolonel De Stuers, Sulaiman Aljufri, Gilafary, Jacob Elout, Tuanku Nan Cerdik, & Van Den Bosch. Serangan dimulai oleh kaum Padri yang menyerang pos-pos & pencegatan terhadap patroli-patroli Belanda, seperti Simawang, Soli Air, Sipinang &ll. Pasukan Padri dalam melakukan serangan menggunakan senjata-senjata tradisional. Kemudian Tuanku Pasaman menggerakkan ± pasukan untuk mengadakan serangan di sekitar hutan di sebelah timur gunung. Tuanku Pasaman memusatkan perjuangan dari Lintau & Tuanku Nan Ranceh memimpin pasukan di Baso. Kemudian Belanda kewalahan dan mengambil strategi damai dengan perjanjian Padang, yang isinya 1. Belanda mengakui kekuasaan pemimpin Padri di Batusangkar, Saruaso, Padang Guguk Sigandang, Agam, Bukittinggi dan menjamin pelaksanaan sistem agama di daerahnya. 2. Kedua belah pihak tidak akan saling menyerang 3. Kedua pihak akan melindungi para pedagang dan orang-orang yang sedang melakukan perjalanan 4. Secara bertahap Belanda akan melarang praktik adu ayam. Tindakan kaum Padri yang memutuskan sarana komunikasi antara benteng Belanda di Tanjung Alam & Bukittinggi dijadikann Belanda di bawah Gilavry untuk menyerang Koto Tuo di Ampek Angkek, serta membangun benteng pertahanan dari Ampang Gadang sampai ke Biaro. Kemudian Gilavry digantikan oleh Jacob Elout, Elout mendapatkan perintah dari Van den Bosch untuk melaksanakan serangan besar-besaran terhadap kaum Padri. Karenan bantuan 2 orang kaum Padri yang berkhianat dengan menunjukkan jalan menujukkan Benteng Marapalam, pada Agustus 1831 Belanda dapat menguasai Benteng jatuhnya benteng ini maka beberapa nagari di sekitarnya ikut menyerah. Dengan kebijakan baru itu beberapa tokoh Padri dikontak oleh Belanda dalam rangka mencapai perdamaian. Setelah kekuatan pasukan Tuanku Nan Cerdik dapat dihancurkan, pertahanan terakhir perjuangan kaum Padri berada di tangan Tuanku Imam Bonjol. Tahun 1834 Belanda dapat memusatkan kekuatannya untuk menyerang pasukan Imam Bonjol di Bonjol. Jalan-jalan yang menghubungkan Bonjol dengan daerah pantai sudah diblokade oleh tentara Belanda. Satu per satu pemimpin Padri dapat ditangkap. Hal ini jelas dapat memperlemah pertahanan pasukan Padri. Namun di bawah komando Imam Bonjol mereka terus berjuang untuk mempertahankan setiap jengkal tanah Minangkabau. Bulan Oktober 1837, secara ketat Belanda mengepung dan menyerang benteng Bonjol. Akhirnya Tuanku Imam Bonjol dan pasukannya terdesak. Pada tanggal 25 Oktober 1837 Tuanku Imam Bonjol ditangkap. Pasukan yang dapat meloloskan diri melanjutkan perang gerilya di hutan-hutan Sumatera Barat. Imam Bonjol sendiri kemudian dibuang ke Cianjur, Jawa Barat. Tanggal 19 Januari 1839 ia dibuang ke Ambon dan tahun 1841 dipindahkan ke Manado sampai meninggalnya pada tanggal 6 November 1864. Dampak yang ditimbulkan dari perang ini adalah • Prajurit gugur sebanyak 350 orang pada pergerakan Tuanku Pasaman. • Jatuhnya wilayah Sumatra Barat ke tangan Belanda. • Tertangkapnya Tuanku Imam Bonjol. Perang ini menyisakan sisa-sisa peninggalan yaitu Benteng Fort de kock di Bukittinggi. Niali-nilai patriotism yang dapat diambil adalah • Senantiasa mempertahankan hak walaupun harus dengan nyawa sebagai taruhannya. • Tuanku Imam Bonjol merupakan seorang yang tokoh yang patut diteladani karena perjuangannya. 4. Perang DiponegoroDwi Wulandari Memasuki abad ke-19, keadaan di Jawa khususnya di Surakarta dan Yogyakarta semakin memprihatinkan. Beberapa penyebab terjadinya peperangan ini adalah • Intervensi pemerintah colonial terhadap pemerintahan local tidak jarang mempertajam konflik yang sudah ada & dapat melahirkan konflik baru di lingkungan kerajaan. • Masuknya budaya barat yang tidak sesuai dengan budaya timur. • Insiden anjirpatok. • Sewa tanah sawah & penduduknya sekaligus. • Adanya jurang pemisah antara rakyat dengan punggawa kerajaan & perbedaan status social antara pribumu dengan kaum colonial membuat Pangeran Diponegoro turun tangan. Tokoh-tokoh yang terlibat diantaranya • Pangeran Diponegoro/Raden Mas Ontowiryo • Smissaert • Patih Danurejo • Pangeran Adinegoro • Pangeran Suryokusumo & Tumenggung Reksoprojo • Kiai Hasan Besari • Pangeran Abubakar • Pangeran Muhammad • Pangeran Adisuryo dan Pangeran Somonegoro • Pangeran Joyokusumo &ll Peperangan ini terjadi di Pulau Jawa, tepatnya di daerah Surakarta dan Yogyakarta. Upaya yang dilakukan adalah 1. Membagi 16 mandala perang Yogyakarta dan sekitarnya di bawah komando Pangeran Adinegoro adik Diponegoro diangkat sebagai patih dengan gelar Suryenglogo. Bagelen diserahkan kepada Pangeran Suryokusumo dan Tumenggung Reksoprojo. Perlawanan di daerah Kedu diserahkan kepada Kiai Muhammad Anfal dan Mulyosentiko. Bahkan di daerah Kedu Pangeran Diponegoro juga mengutus Kiai Hasan Besari mengobarkan Perang Sabil untuk memperkuat pasukan yang telah ada. Pangeran Abubakar didampingi Pangeran Muhammad memimpin perlawanan di Lowanu. Perlawanan di Kulon Progo diserahkan kepada Pangeran Adisuryo dan Pangeran Somonegoro. Yogyakarta bagian utara dipimpin oleh Pangeran Joyokusumo. Yogyakarta bagian timur diserahkan kepada Suryonegoro, Somodiningrat, dan Suronegoro. Perlawanan di Gunung Kidul dipimpin oleh Pangeran Singosari. Daerah Plered dipimpin oleh Kertopengalasan. Daerah Pajang diserahkan kepada Warsokusumo dan Mertoloyo, dan daerah Sukowati dipimpin oleh Tumenggung Kertodirjo dan Mangunnegoro. Gowong dipimpin oleh Tumenggung Gajah Pernolo. Langon dipimpin oleh Pangeran Notobroto Projo. Serang dipimpin oleh Pangeran Serang. 2. Pangeran Diponegoro berusaha menentang dominasi Belanda yang kejam & tidak mengenal peri kemanusiaan. 3. Pertempuran sengit antara Pangeran Diponegoro & Belanda karena insiden Anjir membuat bumi Tegalreja hangus, kemudian Pangeran Diponegoro & pasukan menyingkir ke Bukit Selarong. 4. Menyiapkan beberapa tempat untuk markas komando cadangan & menyusun langkah di Selarong. 5. Pada pertempuran di Selarong Pangeran Diponegoro sebagai pucuk pimpinan didampingi oleh Pangeran Mangkubumi, Ali Basuah Sentot Prawirodirojo sebagai panglima muda, & Kiai Mojo sebagai muridnya. Dampak yang ditimbulkan adalah petani tidak dapat mengembangkan hidup dengan pertaniannya karena menjadi korban kerja paksa, kerja paksa juga membuat para petani menderita & rakyat masih dikenakan pajak tanah, sering adanya kekacauan karena perbedaan status social. Peninggalan dari peperangan ini adalah Gua Selarong, yaitu goa yang sebagai bukti terjadinya peperangan Diponegoro. Nilai-nilai patriotism o Pangeran Diponegoro adalah seorang pemimpin yang tidak individualis, melainkan Pangeran Diponegoro sangat memperhatikan keselamatan anggota keluarga beserta anak buahnya. 5. PERLAWANAN DI BALIBALIEnik Muryanti TOKOH • Gubernur Jendral Daendles • Granpre Moliere • Huskus Koopman • Raja Bandung • Raja Karngsem • Raja Buleleng • Raja Klungkung • Raja Bandung • Raja Tabanan • Gusti Ngurah Made Karangasem • I Gusti Ktut Jelantik • J. Van Swieten • Letkol Sutherland Benteng Jagaraga • Jero Jempiring PENYEBAB Perkembangan dominasi Belanda dengan rakyat Blai sehingga terjadi perlawanan yang disebut dengan perang Hindia Belanda tidak menyetujui masa pemerintahan Belanda mengirimkan 2 utusan untuk mengatasi kendala yng terjadi lalu muncullah perjanjian dengan raja-raja di pun dapat menerima perjanjian yang diberikan oleh Belanda. UPAYA Raja dan para pejuang menipu daya Belanda dengan menyetujui pertandingan. Dengan itu raja memperkuat pasukkannya dengan membangun Benteng Jagaraga dan Rakyat mempertahankanHukum Twang Karang. Hal ityu menimbukan amarah bagi Belanda lalu Belanda mengeluarkan ultimatum kepada Raja-raja agar dapat dipatuhi dan dilaksanakan perjanjian tersebut. Dengan itu Belanda mendatangkan pasukkannya untuk menyerang Bali. Dibawah tangan Ktut Jelantik dan istrinya di Bali banyak pasukkan Belanda yang tewas dan luka-luka, akhirnya Belanda ditarik mundur. DAMPAK Dengan kekalahan itu Belanda selang beberapa hari mendatangkan lebih banyak pasukan untuk melakukan pembalasan. Runtuhlah Benteng Jagaraga sebagai pertanda lenyapnya kedaulatan rakyat Buleleng. Dengan terbunuhnya Raja Buleleng dan Patih Ktut Jelantik maka jatuhlah kerajaan Buleleng ke tangan Belanda dengan di susul Kerajaan kerjaan yang lain. SIFAT PATRIOTISME Ktut Jelantik adalah seseorang yang semangat berjuang,Pantang menyerah, Rela berrkorban untuk mempertahankan Bali dari tangan Belanda. 6. PERANG BANJARBANJARMASIN, KALIMANTANEnik Muryanti TOKOH • Sultan Sulaiman • Sultan Adam • Abdul Rakhman • Pnageran Hidayatullah • Pangeran Tmjidillah • Prabu Anom • Graaf Von Bentheim Teklenburg • Penghulu Abdulgani • Aling Panembahan Muning • Pangeran Antasari • Sultan Pasir • Tumenggung Surapati • Sultan Kuning PENYEBAB Pengaruh politik Belanda di Kerajaan Banjar yang merupakan hasil dari bantuan yang diberikan Belanda kepada Sultan Banjar. Pada tahun1817 terjadi perjanjian antara Sultan BanjarSultan Sulaimandengan pemerintahan Hindia ini menyatakan bahwa kerajaan Banjar adalah milik tahta terjadi pada pemerintahan Pangeran ia wafat ia berwasiat bahwa yang berhak menggantikannya adalah Pangeran Belanda menghendaki Pangeran Tamjillah yang menjadikan karena ia sangat cocok dengan lain yang tidak diperhitungkan Belanda adalah Pangeran Antasari. Dengan inilah Belanda mengangkat Pangeran Tmjillah sebagai Sultan / Raja dan Pangeran Hiadayat sebagai mangkubuminya. UPAYA Belanda meminta Pangeran Hidayatullah untuk bergabung ia memilih tetap bersama Pnageran Antasari mengirim pasukan untuk menyerbi pos-pos Belanda di Martapura. Pangeran Antasari banyak dukungan dipara ulama dan penggawa kerajaan untuk menyerang satu pasukan dari Antasari berhasil menenggelamkan kapal Belanda dan merampas senjata dikapal pun semakin meluas dan menjadi 3 lokasi Ykni sekitar Benua Lima dipimpin oleh Tumenggung Jalil,Martapura dan Tanah Laut dipimpin oleh Demang Lehman,serta di sepanjangSungai Barito dipimpin oleh Pangeran sengit terjadi banyak mengeluarkann korban, 9 orang serdadu Belanda pun memperbanyak Lehman dan pra pemimpin lainnya melakukan perundingan dengan tokh-tokoh pejuang perundingan itu menghasilkan kesepakatan yang berisi Perang Banjar menolak penawaran berunding dengan merumuskan beberapa siasat pertemuan itu semau hadirmengangkat sumpah untuk mengusir semua pemimpin-pemimpin berkobar diberbagai tempat untuk menghancurkan Hiadayatullah dibantu dengan pasukan Demang Lehman . DAMPAK Terjadilah pertempuran sengit antara Belanda dan Pangeran Hidayatullah lebih sedikit dibandingkan dengan pasukan Pangeran Hidayatullah dan Demang Lehman menarik mundur pasukannya,Kemudian ia bersembunyi dihutan. Nmaun Belanda masih terus mencarinya. Akhirnya pada tanggal 28 Februari 1826 Hidayatullahdi tangkap kemudian ia diasingkan ke Cianjur,Jawa Barat. 7. Aceh BerjihadMuhammad Nasukha Kedaulatan yang mulai terganggu karena keserakahan dan dominasi Belanda telah berimbas ke Aceh sehingga melahirkan Perang aceh, perangnya para pejuang untuk berjihad melawan kezaliman kaum penjajah pada tahun 1873 – 1912. Pada tanggal 17 Maret 1824 tejadi Traktat London yang isinya antara lain adalah bahwa Belanda setelah mendapatkan kembali tanah jajahanya di Kepulaun Nusantara, tidak dibenarkan mengganggu kedaulatan Aceh. Namun Belanda terus berusaha untuk menguasai Aceh. Pada tanggal 1 Februari 1858, Belanda menyodorkan perjanjian dengan Sultan Siak, sultan Ismail yang dikenal dengan Traktat siak. Isinya antara lain Siak mengakui kedaulatan Hindia Belanda di Sumatera Timur. Artinya daerah yang berada di bawah pengaruh Siak menjadi berada di bawah dominasi Belanda. Perkembangan politik yang semakin menohok Kesultanan Aceh adalah ditandatanganinya Traktat Sumatera antara Belanda dengan Inggris pada tanggal 2 November 1871 yang isinya inggris member kebebasan kepada Belanda untuk memperluas daerah kekuasaanya di seluruh Sumatera. Pada tanggal 26 Maret 1873 terjadilah perang antar Aceh dengan Belanda. Pasukan Aceh dipimpin oleh Sultan Mahmud membangun benteng disepanjang pantai Aceh Besar. Jumlah pasukan juga ditingkatkan. Senjata dari luar juga berhasil dimasukkan. Dalam Aceh berjihad terjadi banyak pertempuran. Ada banyak tokoh yang terlibat dalam pertempuran tersebut. Antara lain Cut Nyak Dien, Teuku Umar, Cut Nyak Mutia, Tengku Cik Di Tiro. Mereka semua tewas dalam pertempuran. 8. Perang BatakMuhammad Nasukha Masuknya dominasi Belanda ke tanah Batak ini disertai penyebaran agama Kristen. Penyebaran agama Kristen ini ditentang oleh Si Singamangaraja XII, karena dikhawatirkan akan agama Kristen akan menghilngkan tatanan tradisional dan kesatuan negeri yang telah ada secara turun temurun. Terjadilah pengusian para zending bahkan penterbuan dan pembakaran pos – pos xending di Silindung. Kejadia ini telah menimbulkan kemarahan Belanda. Pada tanggal 8 Januari 1878 Belanda mengirim pasukan untuk menduduki Silindung. Pecahlah perang Batak. Pertempuran pertama terjadi di Bahal Batu. Si Singamangaraja XII dengan pasukanya berusaha sekuat tenaga tetapi masih gagal dan akhirnya terpaksa mundur. Akibatnya pertempuran malah merebet ke daerah lain. Kemudian Belanda menyerang ke benteng dan istana kerajaan Si Singamangaraja. Dan benteng tersebut berhasil diduduki Belanda. Pada tahun 1889 Si Singamangaraja XII kembali melakukan perlawanan terhadap Belanda di Huta Puong. Tetapi Huta Puong juga jatuh ke tangan Belanda. Si Singamangaraja XII kemudian membuat pertahanan di Pakpak dan Dairi. Akhirnya pada tanggal 17 Juni 1907 Si Singamngaraja XII tewas dalam pertempuran begitu juga dengan putrinya Lopian dan putranya Sutan Nagari & Patuan. Dengan demikian berakhirlah Perang Batak. SMK NEGERI 1 TENGARAN XIRPL1 Dibuat oleh -Bambang Setiaji -Dwi Wulandari -Enik Muryanti -Muhammad Nasukha 1. Tujuan pertama Bangsa Belanda datang pertama kali ke Indonesia bertujuan untuk .... a. menanamkan modal b. mendidik penduduk pribumi c. memajukan pertanian d. mencari rempah-rempah e. mengajak berdagang 2. Latar belakang dari munculnya masa pemerintahan Republik Bataaf adalah... a. Kebangkrutan VOC yang menanggung banyak hutang b. Dibububarkannya VOC yang menanggung banyak hutang c. Dominasi pemerintahan kolonial Inggris di Nusantara d. Persaingan antara Belanda dengan Inggris e. Mengisi kas negara karena kebangkrutan VOC 3. Berikut ini yang merupakan arti dari Republik Bataaf adalah... a. Negara vassal dari Perancis b. Negara persemakmuran Perancis c. Negara enklaf dari Perancis d. Negara saudara dari Perancis e. Negara tetangga dari Perancis 4. Dampak ditulisnya Surat-Surat Kew bagi Republik Bataaf adalah... a. Memperkuat armadanya untuk melakukan blokade terhadap Hindia Belanda b. Memperkuat armadanya untuk melakukan blokade terhadap Inggris c. Mengambil alih seluruh daerah bekas kekuasaan VOC di Hindia Belanda d. Memilih Daendels sebagai pemimpin yang kuat untuk memerangi Inggris e. Menarik mundur Daendels sebagai Gubernur Jenderal karena dinilai banyak kekurangan 5. Kebijakan Herman Williem Daendels Gubernur dengan memerintahkan pembuatan jalan raya dari Anyer – Panarukan dengan kerja rodi adalah kebijakan yang dibuat dalam bidang.... a. Pertahanan dan keamanan b. Sosial dan ekonomi c. Sosial dan budaya c. Peradilan dan pertahanan d. Peradilan dan keamanan e. Peradilan dan budaya 6. Salah satu prinsip Raffles dalam menjalankan pemerintahan di tanah jajahan yaitu... a. Menerapkan sistem kerja rodi b. Menerapkan sistem penyerahan wajib c. Menerapkan sistem sewa tanah d. Menerapkan kebijakan penanaman wajib e. Menerapkan pajak hasil bumi 7. Tujuan Raffles mendekati Sultan Raja yang merupakan putra dari Sultan Hamengkubuwana II adalah... a. Mendapatkan simpati dari kesultanan b. Meletakan kesultanan sebagai administrasi penjajahan c. Mendapatkan kekuatan melawan Belanda d. Merealisasikan kebijakan sistem monopoli e. Menjadikan kesultanan sebagai pegawai pemerintah 8. Perhatikan pernyataan berikut 1. Adanya persaingan dengan Portugis 2. Kebutuhan penduduk pribumi terhadap uang 3. Waktu pemerintahan Raffles terlalu singkat 4. Pengawasan dari pemerintah sendiri kurang 5. Sulit melepaskan kultur sebagai penjajah Pada dasarnya Raffles ingin memperbaiki tanah jajahannya, namun banyak mengalami kendala. Dari pernyataan berikut yang termasuk kendala yang dialami Raffles adalah... a. 1,2,3 b. 2,3,4 c. 3,4,5 d. 1,2,5 e. Semua benar 9. Latar belakang dilaksanakannya politik Sistem Tanam Paksa pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Van Den Bosch adalah …. a. Untuk mengisi kas negara Belanda yang kosong akibat perang b. Untuk menimbulkan kemiskinan dan kesengsaraan rakyat c. Menyediakan tanaman yang laku terjual di pasaran Eropa d. Agar rakyat Indonesia memiliki kepandaian bercocok tanam / pertanian e. Untuk menyengsarakan penduduk pribumi 10. Dalam buku ”Max Havelar”, hal yang tidak ditulis Multatuli sebagai akibat-akibat yang dialami rakyat Indonesia karena pelaksanaan Sistem Tanam Paksa yaitu…. a. keterbelakangan b. kebodohan dan kemiskinan c. kepandaian bertani d. kelaparan dan penyakit e. keterbelakangan dan kemiskinan 11. Penyebab utama menyimpangnya pelaksanaan sistem tanam paksa yaitu… Stelsel stelsel leverantie Procenten 12. Pemerintah Belanda tahun 1830 menerapkan sistem Tanam Paksa karena sistem ini… a. Dianggap banyak mengatasi krisis keuangan Negara jajahan b. Telah dijalankan oleh Raja - raja Jawa c. Pelaksanaan Kongres Wina d. Cara yang tepat untuk dapat mengisi kas Negara Belanda e. Mendapat dukungan dari penguasa Pribumi 13. Daerah Indonesia yang paling menderita sebagai akibat Tanam Paksa adalah… a. Jawa b. Kalimantan c. Madura d. Sumatra e. Irian Barat 14. Berikut ini yang merupakan keterkaitan vatikan dengan portugis adalah... a. Vatikan merupakan pusat perkembangan agama kristen protestan yang dianut oleh Portugis serta dipimpin seorang paus. b. Vatikan merupakan pusat perkembangan agama kristen katolik yang dianut oleh Portugis serta dipimpin seorang paus. c. Perkembangan agama nasrani dipengaruhi oleh kepemimpinan paus di vatikan yang juga dianut Portugis. d. Perdebatan antara bangsa-bangsa barat termasuk Portugis diselesaikan di Vatikan e. Vatikan merupakan negara yang letaknya bersebelahan dengan Portugis 15. Nilai yang dapat diambil terkait dengan pembelajaran perkembangan agama kristen di negara yang mayoritas penduduknya muslim adalah... a. Pentingnya kerukunan antar umat beragama b. Mencari sebab konflik antar agama melalui sejarah c. Pengetahuan dan informasi latar belakang agama kristen d. Mengetahui kekejaman penjajahan bangsa-bangsa barat e. Meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan 16. Arti dari semangat piesme adalah... a. Mencari daerah potensial sebagai jajahan b. Upaya untuk menyebarkan agama c. Menekankan pertobatan orang-orang kristen d. Upaya membalas budi untuk Hindia Belanda e. Usaha untuk menghapuskan penjajahan di Hindia Belanda 17. Yang dimaksud dengan The Age of Discovery yaitu... a. Penjelajahan samudra untuk menemukan dunia baru b. Penemuan dunia baru dengan semboyan gold,glory,gospel c. Penemuan baru dalam bidang pengetahuan d. Penyebaran agama tidak terlepas dari kepentingan politik e. Penjelajahan samudra dengan misi penyebaran agama 18. Berikut ini yang merupakan persamaan masuk dan berkembangnya agama kristen dengan islam adalah... a. Masuk dan berkembang melalui jalur pelayaran dan perdagangan b. Masuk dan berkembang melewati malaka sebagai pusat perdagangan c. Disebarkan berdasarkan sistem kasta d. Dibawa oleh bangsa-bangsa barat ketika melakukan penjajahan e. Penyebaran dilakukan melalui pemimpin-pemimpin kerajaan 19. Adanya Imperialisme Barat ke dunia Timur menyebabkan ….. a. Bangsa terjajah hidup makmur b. Bangsa terjajah mempunyai hak yang sama seperti bangsa Barat c. Bangsa terjajah semakin miskin d. Bangsa Barat memberikan hak yang istimewa kepada Dunia Timur terjajah semakin menjadi maju 20. Perasaan cinta dan bangga terhadap Bangsa dan Negara di atas lainnya adalah... a. Demokrasi b. Sosialisme c. Liberalisme d. Komunisme e. Nasionalisme II. ESSAI 1. Jelaskan tokoh Daendels menurut pendapat kalian? Analisislah hikmah apa yang bisa diambil dalam kehidupan sehari-hari terkait dengan kepemimpinan! 2. Bagaimana pelaksanaan Land Rent sewa tanah kepemimpinan Raffles? Bandingkan dengan sistem pajak sekarang? 3. Jelaskan dampak dari Kapitulasi Tuntang? Apakah menguntungkan atau merugikan untuk Indonesia? Jelaskan alasannya? 4. Jelaskan dampak dari Konvensi London? Apakah menguntungkan atau merugikan untuk Indonesia? Jelaskan alasannya? 5. Dapatkah Raffles mendorong rakyat pedesaan menjadi semakin produktif? Jelaskan alasannya? 6. Mengapa kaum konservatif dan pegawai pemerintah mendukung dilanjutkannya tanam paksa sementara kaum liberal menolak Tanam Paksa? Berikan alasannya! 7. Langkah apa yang dilakukan Douwes Dekker dalam menentang sistem tanam paksa dan apa dampak dari langkah Douwes Dekker untuk rakyat pribumi? Lakukanlah analisis terkait dengan tindakan yang dilakukan Douwes Dekker? 8. Bagaimana realisasi dan pelaksanaan tanam paksa yang dikatakan banyak penyelewengan? Apakah saat ini tanaman tersebut masih menjadi andalan ekspor Indonesia? 9. Bandingkanlah sistem tanam paksa dengan penerapan ekonomi liberal sistem usaha swasta? Apa penilaianmu terhadap dua model politik penjajahan itu? 10. Selain islam, hindu, buddha, agama kristen juga masuk dan berkembang di Indonesia. Jelaskan hikmah yang diperoleh setelah mempelajari materi tersebut? I. PILIHAN GANDA 1. D 2. B 3. A 4. D 5. A 6. C 7. A 8. C 9. A 10. C 11. E 12. D 13. A 14. B 15. A 16. C 17. A 18. A 19. C 20. E II. ESSAI 1. Awalnya menurut Perancis, Daendels adalah kaum patriot dan liberal dari Belanda yang sangat dipengaruhi oleh ajaran Revolusi Perancis. Di dalam beberapa pidatonya, Daendels tidak lupa mengutip semboyan Revolusi Perancis. Daendels ingin menanamkan jiwa kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan di lingkungan masyarakat Hindia. Oleh karena itu, ia ingin memberantas praktik-praktik feodalisme. Namun ketika menjabat sebagai gubernur jenderal, sifat tersebut hilang. Daendels menjadi pemimpin yang kejam dan otoriter. Kebijakan yang dikeluarkan sangat menyengsarakan penduduk Hindia Belanda hingga menimbulkan banyak korban jiwa. Bahkan ia dijuluki si tangan besi. Daendels juga merupakan pemimpin yang korup hingga akhirnya ia diberhentikan sebagai gubernur jenderal dan digantikan oleh Jansen. Hikmah yang dapat diambil dari ketokohan Daendels adalah menjadi figur pemimpin yang baik. Ketika belum mendapatkan jabatan tinggi, sangat mudah untuk memiliki karakter baik bahkan dengan cita-cita baik. Namun ketika telah menjadi pemimpin yang besar akan sangat sulit mempertahankan karakter tersebut. Tak jarang pemimpin yang tadinya bersih terjerumus kedalam hal negatif. Maka dari itu perlulah disadari bahwa mempertahankan ideologi dan karakter yang baik sangat penting. Karena hal tersebut sangat melekat dan berat. Jadilah pemimpin yang selalu konsisten dengan kebaikan serta selalu mementingkan kemaslahatan hidup orang banyak. 2. Kebijakan dan program land rent yang dicanangkan Raffles tersebut tidak terlepas dari pandangannya mengenai tanah sebagai faktor produksi. Menurut Raffles, pemerintah adalah satu-satunya pemilik tanah. Dengan demikian sudah sewajarnya apabila penduduk Jawa menjadi penyewa dengan membayar pajak sewa tanah dari tanah yang diolahnya. Pajak dipungut perorangan. Jumlah pungutannya disesuaikan dengan jenis dan produksi tanah. Tanah yang paling produktif akan membayar pajak sekitar 1/2 dari hasil dan tanah yang paling tidak produktif hanya 1/4 dari hasil. Kalau dirata-rata setiap wajib pajak itu akan menyerahkan sekitar 2/5 dari hasil. Setelah itu petani bebas menggunakan sisanya. Pajak merupakan salah satu alternatif pembiayaan Negara untuk menyelenggarakan tugas pemerintahan. Pemungutan pajak harus berdasarkan undang-undang karena penentuan nasib Negara ditentukan oleh rakyat sendiri, dan menentukan rencana pembiayaan Negara melalui Dewan Perwakilan Rakyat. Tugas memungut dana masyarakat berupa pajak khususnya pajak pusat dilakukan oleh Departemen Keuangan, yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dengan adanya asas desentralisasi dalam Negara kesatuan Indonesia, yang menentukan bahwa daerah merupakan rumah tangga sendiri maka daerah diberikan pula wewenang untuk mengatur rumah tangganya, dan diberikan wewenang untuk memungut pajak tertentu dan pungutan lain yang disebut retribusi. Maka dengan melihat kedua sistem terebut jelaslah berbeda. Sistem land rent mengatakan bahwa tanah dimiliki oleh pemerintah sedangkan sistem pajak, tanah dapat kita miliki hanya saja dikenakan biaya sesuai dengan jenis dan luas tanah. Selain itu pelaksanaan pemerintahan Raffles sudah banyak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaannya. Terlebih unsur penjajah tidak bisa dihapuskan ketika itu. Sedangkan sistem pajak saat ini sudah adil dan tidak memberatkan apabila benar-benar dikelola sesuai dengan fungsinya. Hal ini dikarenakan sistem pajak akan dikembalikan kepada rakyat sedangkan sistem land rent diambil pemerintah keuntungannya. 3. Dampak Kapitulasi Tuntang adalah jatuhnya Hindia Belanda ketangan Inggris. Pemerintah Belanda menyerahkan ketangan Inggris yang menjadi pintu gerbang pelaksanaan Land Rent. Walaupun sebenarnya tidak berpengaruh banyak untuk Indonesia karena sama jatuh ketangan Penjajah. Disini posisi pribumi sama-sama dirugikan 4. Dampak Konvensi London adalah jatuhnya Hindia Belanda dari Inggris kembali ketangan Belanda. Inggris yang hanya sebentar memegang Hindia Belanda harus menyerahkan kekuasaan ketangan Belanda. Dengan begitu Hindia Belanda kembali dijajah Belanda yang merupakan pintu gerbang sistem tanam paksa dan ekonomi liberal. Dalam hal ini pribumi juga dirugikan karena sistem yang diterapkan pada dasarnya hanya menyengsarakan rakyat. 5. Tidak karena pada dasarnya Raffles tetap melekat hakikat sebagai penjajah. Dalam pelaksanaannya banyak terjadimpenyelewengan dan sumber daya rakyat sangat rendah untuk melaksanakan sistem pembayaran sewa tanah dengan uang. 6. Kaum liberal berkeyakinan bahwa pengelolaan negeri jajahan akan mendatangkan keuntungan yang besar bila diserahkan kepada swasta, dan rakyat diberi kebebasan dalam menanam. Sedang kelompok konservatif berpendapat pengelolaan tanah jajahan akan menghasilkan keuntungan apabila langsung ditangani pemerintah dengan pengawasan yang ketat. Maka dari itu kaum konservatif mendukung pelaksanaan tanam paksa karena sistem usaha swasta menyerahkan pengelolaan tanah juga kepada swasta, sedangkan pelaksanaan sitem tanam paksa ditangani secara langsung oleh pemerintah. Kaum konservatif berpendapat bahwa pelaksanaan tanam paksa yang dikelola pemerintah akan mendapat keuntungan yang lebih besar. 7. Edward Douwes Dekker adalah pria keturunan Belanda yang tidak setuju dengan pelaksanaan tanam paksa di Hindia Belanda. Dengan nama samaran “multatuli”, ia membuat buku yang berjudul max havelaar. Buku tersebut berisi kekejaman Belanda kepada Indonesia terutama dalam pelaksanaan tanam paksa. Akhirnya pelaksanaan tanam paksa banyak ditentang yang menjadi pintu gerbang pelaksanaan politik etis. 8. Pelaksanaan Tanam Paksa itu tidak sesuai dengan peraturan yang tertulis. Hal ini telah mendorong terjadinya tindak korupsi dari para pegawai dan pejabat yang terkait dengan pelaksanaan Tanam Paksa. Tanam Paksa telah membawa penderitaan rakyat. Banyak pekerja yang jatuh sakit. Mereka dipaksa fokus bekerja untuk Tanam Paksa, sehingga nasib diri sendiri dan keluarganya tidak terurus. Sementara itu dengan pelaksanaan Tanam Paksa ini Belanda telah mengeruk keuntungan dan kekayaan dari tanah Hindia. Dari tahun 1831 hingga tahun 1877 perbendaharaan kerajaan Belanda telah mencapai 832 juta gulden, utang-utang lama VOC dapat dilunasi, kubu-kubu dan benteng pertahanan dibangun. Belanda menikmati keuntungan di atas penderitaan sesama manusia. Memang harus diakui beberapa manfaat adanya Tanam Paksa, misalnya, dikenalkannya beberapa jenis tanaman baru yang menjadi tanaman ekspor, dibangunnya berbagai saluran irigasi, dan juga dibangunnya jaringan rel kereta api. Beberapa hal ini sangat berarti dalam kehidupan masyarakat kelak. Sampai saat ini tanaman tersebut masih menjadi andalan ekspor Indoonesia. 9. Sistem tanam paksa dan ekonomi liberal merupakan sistem yang diterapkan pemerintah Belanda terhadap nusantara. Tanam paksa mewajibkan rakyat menanam tanaman yang dibutuhkan Belanda. Pengelolaan tanam paksa sepenuhnya dikelola oleh pemerintah. Sedangkan ekonomi liberal memberikan pintu gerbang pihak swasta atau asing untuk mengelola lahan. Ekonomi liberal ini akhirnya akan memunculkan banyak perkebunan, perkembangan transportasi dan urbanisasi. Masyarakat berbondong-bondong bermigrasi kekota besar atau daerah yang memiliki perkebunan. Tapi walaupun diberikan upah, upah mereka juga sangat rendah. Pada dasarnya keduanya sama-sama merugikan rakyat. Hanya saja pengelolaan sistem tanam paksa dikelola pemerintah sedangkan ekonomi liberal dicampur pihak asing atau swasta. 10. Hikmah yang dapat diambil dari masuk dan berkembangnya agama kristen di Indonesia adalah rasa saling menghargai dan toleransi antar umat beragama. Walaupun islam adalah agama mayoritas di Indonesia saat ini, namun Indonesia merupakan multikultural yang menampung banyak keanekaragaman termasuk agama. Maka dari itu sebagai sesama pemeluk agama hendaknya bisa saling menghormati. Saturday, 19 December 2015 Masa Pemerintahan Republik Bataaf Pemerintahan Herman Williem Daendels 1808-1811 Memperkuat pertahanan dan juga memperbaiki administrasi pemerintahan, serta kehidupan sosial ekonomi di Nusantara khususnya di tanah Jawa Daendels adalah kaum patriot dan liberal dari Belanda yang sangat dipengaruhi oleh ajaran Revolusi Perancis Daendels ingin menanamkan jiwa kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan di lingkungan masyarakat Hindia. Liberte= kabebasan Egalite=Kebersamaan Fraternite=Persaudaraan ia ingin memberantas praktik-praktik feodalisme. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat lebih dinamis dan produktif untuk kepentingan negeri induk Republik Bataaf Daendels melakukan beberapa langkah strategis, terutama menyangkut bidang pertahanan-keamanan, administrasi pemerintahan, dan sosial ekonomi Bidang pertahanan dan keamanan Memenuhi tugas mempertahankan Jawa dari serangan Inggris, Daendels melakukan langkah-langkah 1. Membangun benteng-benteng pertahanan baru 2. Membangun pangkalan angkatan laut di Anyer dan Ujungkulon. Namun pembangunan pangkalan di Ujungkulon boleh dikatakan tidak berhasil 3. Meningkatkan jumlah tentara, dengan mengambil orang-orang pribumi karena pada waktu pergi ke Nusantara, Daendels tidak membawa pasukan. Oleh karena itu, Daendels segera menambah jumlah pasukan yang diambil dari orang-orang pribumi, yakni dari orang menjadi orang 4. Membangun jalan raya dari Anyer Jawa Barat, sekarang Provinsi Banten sampai Panarukan ujung timur Pulau Jawa, Provinsi Jawa Timur sepanjang kurang lebih km. Jalan ini sering dinamakan Jalan Daendels. Pelaksanaan program pembangunan di bidang pertahanan dan keamanan tersebut telah merubah citra Daendels. Pada awalnya Daendels dikenal sebagai tokoh muda yang demokratis tetapi berubah menjadi seorang yang diktator Daendels juga mengerahkan rakyat untuk kerja rodi. Dengan kerja rodi itu maka rakyat yang sudah jatuh miskin menjadi semakin menderita, apalagi kerja rodi dalam pembuatan pangkalan di Ujungkulon, karena lokasi yang begitu jauh, sulit dicapai dan penuh dengan sarang nyamuk malaria. Oleh karena itu, wajar kalau kemudian banyak rakyat Hindia yang jatuh sakit bahkan tidak sedikit yang meninggal. Bidang Pemerintahan Ia banyak melakukan campur tangan dan perubahan dalam tata cara dan adat istiadat di dalam kerajaan-kerajaan di Jawa. misalnya harus memberi hormat kepada raja, tidak boleh memakai payung emas, kemudian membuka topi dan harus duduk di kursi yang lebih rendah dari dampar kursi singgasana raja, Daendels tidak mau menjalani seremoni yang seperti itu. Ia harus pakai payung emas, duduk di kursi sama tinggi dengan raja, dan tidak perlu membuka topi. Bidang Peradilan Daendels membentuk tiga jenis peradilan 1 peradilan untuk orang Eropa, 2 peradilan untuk orang-orang Timur Asing, dan 3 peradilan untuk orang-orang pribumi. Peradilan untuk kaum pribumi dibentuk di setiap prefektur, misalnya di Batavia, Surabaya, dan Semarang. Peraturan untuk pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu. Pemberantasan korupsi diberlakukan terhadap siapa saja termasuk orang-orang Eropa, dan Timur Asing. Bidang sosial-ekonomi Daendels memaksakan berbagai perjanjian dengan penguasa Surakartadan Yogyakarta yang intinya melakukan penggabungan banyak daerah ke dalam wilayah pemerintahan kolonial, misalnya daerah Cirebon Meningkatkan usaha pemasukan uang dengan cara pemungutan pajak Meningkatkan penanaman tanaman yang hasilnya laku di pasaran dunia Rakyat diharuskan melaksanakan penyerahan wajib hasil pertaniannya Melakukan penjualan tanah-tanah kepada pihak swasta 2. Pemerintahan Janssen 1811 Pada bulan Mei 1811, Daendels dipanggil pulang ke negerinya. Ia digantikan oleh Jan Willem Janssen. Janssen dikenal seorang politikus berkebangsaan Belanda. Sebelumnya Janssen menjabat sebagai Gubernur Jenderal diTanjung Harapan Afrika Selatan tahun 1802-1806. Pada tahun 1806 itu Janssen terusir dari Tanjung Harapan karena daerah itu jatuh ke tangan Inggris. Pada tahun 1810 Janssen diperintahkan pergi ke Jawa dan akhirnya menggantikan Daendels pada tahun 1811. Janssen mencoba memperbaiki keadaan yang telah ditinggalkan Daendels. Namun harus diingat bahwa beberapa daerah di Hindia sudah jatuh ketangan Inggris. Sementara itu penguasa Inggris di India, Lord Minto telah memerintahkan Thomas Stamford Raffles yang berkedudukan di Pulau Penang untuk segera menguasai Jawa. Raffles segera mempersiapkan armadanya untuk menyeberangi Laut Jawa. Pengalaman pahit Janssen saat terusir dari Tanjung Harapan pun terulang PadaTanggal 4 Agustus 1811 sebanyak 60 kapal Inggris di bawah komando Raffles telah muncul di perairan sekitar Batavia Beberapa minggu berikutnya, tepatnya pada tanggal 26 Agustus 1811 Batavia jatuh ke tangan Inggris. Janssen berusaha menyingkir ke Semarang bergabung dengan Legiun Mangkunegara dan prajurit-prajurit dari Yogyakarta serta Surakarta. Namun pasukan Inggris lebih kuat sehingga berhasil memukul mundur Janssen beserta pasukannya Janssen kemudian mundur ke Salatiga dan akhirnya menyerah di Tuntang Penyerahan Janssen secara resmi ke pihak Inggris ditandai dengan adanya Kapitulasi Tuntang pada tanggal 18 September 1811. Perjanjian Kapitulasi Tuntang Pemerintah Belanda harus menyerahkan Indonesia ke Inggris. Orang-orang Belanda menjadi tawanan perang Inggris. Orang-orang Belanda diperkerjakan dalam pemerintahan Inggris. Hutang belanda tidak menjadi tanggungan Inggris.

mengevaluasi penjajahan pemerintah hindia belanda